Bekerja dengan risiko yang tinggi, para AMT ini bekerja selama kurang lebih 12 jam per harinya dan harus menjaga kondisi badan mereka agar tetap prima selama berkendara.
Tak mudah, lantaran harus melakukan distribusi BBM ke tempat yang jauh, AMT harus sangat berhati-hati. Sebab, truk Pertamina bukanlah truk biasa yang dapat dikendarai sembarangan orang. Tentunya dalam mengendarainya butuh kelihaian dan keterampilan.
Kendati begitu gaji yang didapatkan pun sangat sepadan dengan keringat yang dikeluarkan. Seorang sopir Pertamina atau AMT gajinya bervariasi tergantung pada Upah Minimum Provinsi (UMP).
Kisaran gaji para AMT itu antara Rp5 Juta sampai Rp7 Juta per bulan. Tak berhenti, gaji tersebut belum termasuk tunjangan kinerja yang totalnya kurang lebih sebesar Rp3,5 Juta.