JAKARTA - Persentase dana operasional Kementerian BUMN hanya berada di angka 0,002%.
Padahal total aset perusahaan pelat merah yang dikelola mencapai Rp 9,867 triliun.
BACA JUGA:
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan anggaran operasional yang diterima pihaknya dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sangat minim, jika dibandingkan dengan total aset BUMN saat ini.
"Kalau kita lihat dengan pengelolaan anggaran yang diberikan kepada kami itu hanya 0,002% daripada total aset (BUMN) yang kita kelola yang nilainya Rp9,867 triliun, jadi memang sangat amat minim," ungkap Erick saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (5/6/2023).
BACA JUGA:
Dia mencontohkan anggaran operasional yang diterima perusahaan pengelola aset negara milik pemerintah Malaysia, Khazanah Nasional Berhad. Di mana dana operasional Khazanah mencapai Rp6,3 triliun dengan total aset Rp516,6 triliun.
"Kalau dibandingkan Khazanah itu mereka dari Rp516,6 triliun, itu anggarannya Rp6,3 triliun. Nah inilah kenapa, kita tidak bermaksud membandingkan pembengkakan anggaran, tetapi apa yang kita presentasikan ini memang amat sangat kecil," ucapnya.
Erick memastikan pihaknya berupaya mendorong adanya rencana UU BUMN, Tidak lain mengalokasikan daripada dividen BUMN sekian persen daripada program Kementerian BUMN.
"Untuk tukin, di mana supaya tidak ada kecemburuan antar kementerian dengan korporasi yang dikelola. Karena ini tentu menjadi hambatan kita untuk mendorong transformasi yang kita dorong," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)