Kendari demikian, dia mengakui tantangan utama yang dihadapi Indonesia untuk menjalankan peta jalan yang sudah disusun itu adalah pendanaan.
“Banyak yang datang untuk menawarkan, tetapi tingkat suku bunga yang ditawarkan adalah tingkat suku bunga komersial,” ungkapnya.
Menurut Luhut, selama pendanaan untuk pengembangan proyek hijau masih menjadi kendala, maka upaya untuk menurunkan emisi gas buang akan sulit tercapai.
“Salah satu yang harus kita lakukan bersama adalah membuat global blended finance. Sebab, masalah pemanasan global ini merupakan masalah dunia dan tidak bisa dilakukan negara secara sendiri-sendiri,” tegas Luhut.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Grace Fu dan Menteri Chaterine McKenna sepandangan dengan Luhut tentang perlunya upaya bersama dari masyarakat dunia untuk menangani persoalan pemanasan global.
Menteri Grace Fu melihat blended finance bisa menjadi solusi untuk membuat berbagai proyek yang kemudian menjadi percontohan.
“Baik pemerintah maupun swasta harus bersama-sama mau mengeluarkan anggaran dan menjadikan sebagai blended finance. Tentu kita secara transparan dan dengan tata kelola yang baik harus membuat proyek-proyek yang benar-benar baik agar bisa menjadi percontohan,” ujar Grace Fu.
Di samping proyek-proyek besar, Grace Fu mengajak dunia usaha dan juga karyawan untuk membuat inovasi di lingkungan perusahaan masing-masing yang bisa berkontribusi menurunkan emisi gas buang.
Kemudian dia menunjuk contoh inisiatif yang dilakukan Temasek Foundation untuk membuat pembersih udara dengan menggunakan sabut kelapa.
“Saya lihat banyak barang di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk membuat sesuatu yang bisa menurunkan penggunaan energi maupun emisi gas buang,” kata Menteri Lingkungan Singapura itu.
(Zuhirna Wulan Dilla)