Dengan begitu, lapangan pekerjaan akan terbuka lebar, perekonomian Indonesia stabil dan masyarakat akan mudah mendapatkan uang.
"Kalau kita lihat dengan kondisi, kita selalu ingin tiingkatkan daya saing kita. Kenapa? karena yang investasi ini bukan untuk Indonesia saja, tapi kita ini berkompetisi dengan banyak negara. Oleh karena itu dengan kondisi yang sulit tentu saja kuenya akan jadi lebih kecil. Berapa banyak yang bisa masuk. Dan kita mau menjadi salah satu yang jadi penarik dari investasi itu," tutur Shinta.
"Oleh karenanya reformasi struktural yang dilakukan pemerintah ini harus benar benar direalisasikan. Jadi tidak bisa kebijakan nya tapi real nya di lapangan juga harus bisa jalan," tambah dia.
Selain itu, Shinta menilai, transformasi digitalisasi saat ini juga menjadi PR bagi para pengusaha dan pemerintah.
Pasalnya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia, tidak semuanya cepat tanggap dalam peralihan teknologi digital. Maka penting, untuk memberikan edukasi dan literasi tentang digitalisasi, agar tidak ketinggalan zaman.
"Saat ini kita melihat banyak tantangan juga. Dengan adanya skill set yang berubah, adanya digitalisasi menjadi suatu tantangan yang tidak mudah tapi harus kita siapkan," tukas Shinta.
Baca selengkapnya: Pengusaha Akui Sekarang Susah Cari Uang
(Taufik Fajar)