JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara soal isu dirinya disebut menjadi calon Wakil Presiden (Cawapres) pada pemilu 2024 mendatang.
Dia mengaku tidak terbuai oleh berbagai hasil survei yang menempatkannya sebagai salah satu Cawapres potensial.
BACA JUGA:
Hal itu karena saat ini dia tengah fokus menyelesaikan tugasnya sebagai orang nomor satu di Kementerian BUMN. Sementara, keterlibatannya sebagai Cawapres masih butuh proses.
“Selesaikan pekerjaan di BUMN dulu, yang ada di depan mata saja, yang pemilu itu masih perlu proses,” ujar Erick saat ditemui wartawan di KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditulis Senin (10/7/2023).
BACA JUGA:
Erick tidak jumawa dengan sejumlah hasil lembaga survei yang menempatkannya sebagai Cawapres potensial.
Dia menilai hasil survei itu justru menjadikannya lebih giat bekerja karena mendapatkan tambahan motivasi.
“Jangan sampai ketika aspirasi masyarakat tinggi, yang katanya di survei nomor satu, itu jangan jadi racun dan apa yang kita dorong, di BUMN itu sama, program berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam politik, lanjut Erick, selain mendapat dukungan partai politik dan masyarakat, seseorang juga harus memiliki konsep pembangunan yang strategis.
“Perencanaan besar sangat perlu karena untuk menyelesaikan sebuah proyek besar seringkali membutuhkan waktu yang lama, melampaui masa jabatan seorang Presiden, sebagai contoh, untuk menyelesaikan KEK Mandalika saja, dibutuhkan tiga Presiden," tutur dia.
"Saya tidak mau ketika (nanti) menjabat, tidak ada rencana besar untuk bangsa ini,” pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)