2.Keseimbangn Hidup (work life balance)
Workaholic cenderung mengabaikan aspek-aspek penting dalam hidup, mereka mungkin merasa tidak puas tanpa bekerja terus-menerus dan cenderung mengorbankan waktu yang seharusnya mereka habiskan untuk bersantai dan memulihkan energi.
Sebaliknya, pekerja cerdas memahami pentingnya keseimbangan hidup, mereka menjalin hubungan yang bermakna, serta mengejar minat, bakat dan kemampuannya.
3.Manjemen Kesehatan Fisik dan Mental
Seorang workaholic tidak memiliki pemahaman yang baik tentang prioritas, mereka cenderung merasa terburu-buru untuk menyelesaikan tugas dan sering kali terjebak dalam rutinitas yang tidak produktif, sehingga suka lupa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental diri sendiri.
Pekerja cerdas memiliki prioritas yang kuat, mereka mengidentifikasi tugas-tugas yang paling penting dan berfokus pada hal-hal yang memberikan dampak terbesar dalam mencapai tujuan mereka. Pekerja keras juga mampu mengutamakan kesehatan fisik dan mental di atas pekerjaannya.
4.Prioritas Pekerjaan
Pekerja yang tidak kecanduan kerja juga tahu kapan waktunya menolak pekerjaan dengan sopan, apalagi ketika pekerjaannya di luar tanggung jawab dan melebihi waktu kerja. Ketika bekerja, dia juga tidak mau diganggu agar kerjaan bisa segera tuntas dan hasilnya maksimal.
Berbeda dengan workaholic, pekerja keras selalu berusaha memperbaiki diri jika target belum tercapai, bukan menyalahkan diri sendiri atau rekan kerjanya dan malah stres sendiri sehingga kesehatan mentalnya terancam.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)