Selain itu, dia juga melihat peluang dalam bidang fesyen yang terus berkembang.
Mutiara melakukan beberapa riset dan melihat bahwa ternyata Indonesia merupakan eksportir tekstil terbesar nomor 6 di dunia.
BACA JUGA:
Meskipun dirinya mengaku, saat memulai usaha, tidak berpikir ke arah sana.
Dia mengungkapkan kalau saat merintis usaha, dia hanya berpikir untuk membangun sebuah brand ‘lucu-lucuan’.
Tapi ternyata, dalam dunia fesyen juga bisa ditemukan banyak solusi perekonomian.
Bahkan kini dia mampu mempekerjakan dan memberdayakan SDM lokal seperti adanya tim desain.
Brand lokal yang berawal dari ke-iseng itu pun akhirnya berlanjut dan mulai masuk pada tahap yang lebih serius.
Melihat kebiasaan masyarakat Indonesia, Thenblank mengusung konsep fashion minimalis dan timeless, dengan berinovasi dalam membuat pakaian yang nyaman digunakan dalam jangka panjang oleh berbagai kalangan usia.
Mutiara juga mengatakan bahwa adanya support system atau partner yang bisa mendukung dan mengisi bagian-bagian yang kosong sangat berpengaruh, terutama untuk saling melengkapi agar usaha bisa berjalan dengan baik.
“Entah harus ketemu co-founder baru atau ketemu partner yang bisa support kita untuk keperluan operasional nih. Se-simpel mungkin shipping atau photoshoot nya. Jadi ketemu partner yang tepat dan tau kita kosongnya dimana, tau kita bolongnya dimana dan jangan sampe kita ngerasa bisa (melakukan) semuanya sendiri,” pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)