3. Masalah Data Pribadi
Untuk bisa menikmati fasilitas aplikasi ojek online, pengguna diwajibkan untuk mendaftarkan email dan memasukan sejumlah informasi pribadi seperti email dan nomor HP.
Aplikasi ojek online juga merekam berbagai aktivitas pengguna, seperti kantor, rumah dan juga kebiasaan membeli makanan. Itu semua merupakan data pribadi pengguna yang keamanannya masih belum terjamin. Seperti misalnya pada Agustus 2022 lalu, sebanyak 20 juta data pengguna Gojek bocor.
BACA JUGA:
4. Masalah Driver
Pengguna memang bisa memberikan rating bintang kepada driver ojek online di akhir perjalanan, dan rating bintang ini dapat dijadikan preferensi customer untuk menggunakan jasa driver ojek online.
Hanya saja, faktanya ada praktik jual beli akun driver ojek online, sehingga driver ojek online yang ada di aplikasi bukanlah orang yang sama dengan driver yang mengantar pengguna.
Hal ini menjadi masalah bagi keamaman customer. Bahkan pada awal Juli 2023 kemarin seorang wanita nyaris diculik ojek online, dan beberapa kasus pelecehan seksual oleh driver ojek online.
Selain itu, beberapa ojek online memilih untuk melanggar lalu lintas seperti melawan arah, kebut-kebutan, atau pelanggaran lalu lintas lainnya, demi menghemat waktu perjalanan dan bahan bakar.
5. Pemahaman Aplikasi Online yang Minim
Masalah kurangnya pemahaman terhadap aplikasi online merupakan masalah yang umum terjadi di Indonesia, bukan hanya ojek online, banyak juga pengguna aplikasi e-commerce yang tidak begitu memahami cara kerja aplikasi dan bagaimana penggunaannya.
Sehingga, sering terjadi kesalahan pada pemesanan ojek online, kesalahpahaman antara driver dan customer, bahkan juga konflik yang membuat akun driver ojek online yang ter-suspend.
(Zuhirna Wulan Dilla)