JAKARTA - Teknologi saat ini rupanya berperan penting dalam produksi beras organik.
Dengan perkembangannya, jumlah petani organik pun jauh lebih meningkat dan lebih maju dalam hal teknologi jika dibandingkan dengan petani konvensional.
BACA JUGA:
“Kalau temen-temen organik tuh malah setingkat lebih maju sebenarnya, karena kita peduli banget misalnya di pasca panen ya," kata Ketua Koperasi Produsen Gupon Sekar yakni M. Miftahul Fuad dalam sesi wawancara dengan Okezone, Sabtu (12/8/2023).
“Temen-temen organik sekarang penggilingan padi itu rata-rata sudah menggunakan listrik, pake dinamo, sumber energinya dari listrik tentunya juga sudah green, pendataan kita juga sudah lakukan secara terus menerus, mulai jadwal tanam sampai estimasi panen. Itu artinya petani sudah naik kelas," tambahnya.
BACA JUGA:
Fuad juga menjelaskan kalau pendataan merek itu sudah tidak menggunakan kertas, ada aplikasi khusus yang dapat digunakan.
“Lagi-lagi kita tidak pakai kertas lagi sekarang, udah pakai aplikasi dan lain-lain," tambahnya.
Hal-hal di atas menunjukan bagaimana para petani organik ini cukup mengikuti perkembangan yang ada. Tidak hanya ikut berkembang, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan tersebut.
BACA JUGA:
Sebagai Ketua Koperasi Produsen Gupon Sekar sendiri, Fuad juga menyampaikan sedikit harapannya untuk pemerintah dalam membantu memajukan petani organik Indonesia.
“Mari di support, tentunya gini, dalam pertanian itu gak cuman sekedar bibit dan pupuk saja ya. Tetapi bagaimana semuanya bisa ada percepatan. Sekarang seperti isu El Nino ya, apa yang perlu dibantu pemerintah salah satunya adalah bagaimana air ini bisa sampai lahan. Dengan dibuatkannya misalnya sumur untuk ambil air, irigasi perpipaan, irigasi tersier, karna itu gak mungkin yang bangun petani. Asal ada air bagi kami, kami bisa tanam. Jika air ini terkendala, tentunya di produksi juga akan menjadi kendala," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)