Perkara PT Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) misalnya, Erick mengatakan dirinya tetap melakukan penyelesaian mega korupsi di dua internal BUMN asuransi itu tanpa menyalahkan pejabat terdahulu.
"Contoh kasus daripada Jiwasraya tahun berapa? 2006, apakah saya nyalahin Menteri-Menteri sebelumnya? Tidak, tapi saya memastikan ini harus selesai," tutur dia.
Sebaliknya, program yang dipandang baik tatap dijalankan dan diapresiasikan.
"Ketika saya menjabat Menteri BUMN semua Menteri-Menteri BUMN saya apresiasi, program yang bagus saya pertahankan, yang kurang bagus diperbaiki tanpa ada proses-proses nyalahin 'oh Menteri ini salah loh, Menteri ini salah'," lanjut Erick.
(Feby Novalius)