JAKARTA – Pemerintah menganjurkan kembali Work From Home (WFH) bagi para pekerja karena kualitas udara yang buruk. Anjuran ini pun mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi.
Walaupun rencana WFH menjadi salah satu cara menurunkan polusi udara, Diana meminta agar WFH tidak dilakukan oleh kalangan pengusaha. Sebab realisasinya dirasa masih belum menjadi solusi yang tepat lantaran perekonomian akan menjadi taruhannya.
“Bila ingin tetap menerapkan WFH, maka baiknya diberlakukan mulai dari aparatur sipil negara (ASN) dan anak sekolah, baru ke dunia bisnis (kalangan swasta). Sebab, bila WFH langsung diberlakukan kepada dunia usaha lintas sektor, ini tentu bisa memberatkan karena diyakini produktivitas akan menurun yang tentu akan berdampak pada perputaran perekonomian,” terang Diana saat dihubungi Okezone.
Tak hanya itu, Diana juga menjelaskan bahwa pemerintah masih dapat meredam polusi dengan melakukan emisi secara berkala. Rencana ini dapat diterapkan kepada setiap pengguna kendaraan bermotor dan mengontrol pabrik-pabrik industri yang menggunakan cerobong asap.
Kemudian dapat dilihat bahwa sejauh ini polusi belum berdampak pada sektor bisnis di Jakarta. Ancaman yang dikhawatirkan kedepannya ialah kesehatan para pelaku bisnisnya.