Sedangkan karena sang ibu dan keluarga kecilnya masih tinggal di rumah ibu dan neneknya. Dia merasa berkewajiban bayar listrik Rp200 ribu dan keperluan rumah lainnya Rp300 ribu.
“Aku tinggal di rumah Emak dan Nenek juga di sana. Dilarang beli apa-apa. Tapi tetap kekeuh mau bayar listrik 200k dan juga ngasih 300k buat beli keperluan rumah,” katanya.
Terakhir dia menghitung pengeluarannya untuk makan serta healing per bulan yang menghabiskan Rp200 ribu dan paket kuotanya sebesar Rp150 ribu.
Dari akumulasi seluruh pengeluarannya tadi, sang ibu menyatakan tiap bulannya dia bisa menyisihkan Rp1,2 juta untuk ditabung. Tapi dia menekankan bahwa dia tidak begitu tahan menjalani tren frugal living tersebut, mentalnya lebih penting ketimbang uang tambahan untuk menabung setiap bulan.
“Tapi maaf, hanya sebulan udah kayak mau gila (emoji pil). Biarlah Frugal Living berlalu. Mentalku lebih penting. Gasspoull belanja,” tutupnya dalam unggahan tersebut.
Adapun sebelumnya, sang ibu tertarik untuk mengikuti tren frugal living dari salah satu konten yang pernah dia lihat di Tiktok. Dari situ dia menyaksikan kalau orang dengan modal Rp3,5 juta yang menerapkan frugal living, dalam 5 bulan sudah bisa membeli mobil dan mengambil Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
(Feby Novalius)