Begini Konsep Rumah Ramah Lingkungan, Pengembang Tolong Diperhatikan!

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Rabu 30 Agustus 2023 11:47 WIB
Konsep Rumah Ramah Lingkungan yang Perlu Dipahami Pengembang. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Rumah ramah lingkungan menjadi pilihan dalam memuhi angka backlog perumahan berdasar survey sebesar 12,7 juta. Konsep ini dilakukan karena pembangunan perumahan memiliki andil dalam upaya menurunkan emisi karbon.

Belum lagi proyeksi bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan membuat jumlah populasi yang lebih besar. Maka kebutuhan sandang, pangan, dan papan pun turut meningkat. Meskipun bonus demografi itu juga menyelipkan potensi-potensi baru untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.

"Perluasan wilayah perkotaan juga membawa tantangan yang sangat besar, termasuk meningkatnya jumlah penghuni daerah kumuh, peningkatan polusi udara, layanan dasar dan infrastruktur yang tidak memadai, serta perluasan wilayah perkotaan yang tidak terencana-yang juga membuat kota menjadi lebih rentan terhadap bencana," kata Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna, Rabu (30/8/2023).

Oleh karena itu, untuk mendorong pemenuhan kebutuhan rumah disamping upaya menekan emisi karbon, Kementerian PUPR mendorong para pengembang untuk menyediakan rumah-rumah dengan seminimum mungkin menghasilkan emisi karbon. Bukan hanya untuk para Pengembangan besar yang menyediakan hunian untuk kelas atas, namun rumah hijau juga terus didorong untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Pertama kita ajak sosialisasi, bahwa ini akan memberi nilai tambah dan menjadi tuntutan ke depan," kata Herry TZ.

Lantas bagaimana konsep rumah hijau yang di dorong Pemerintah kepada para pengembang?

Herry menjelaskan setidaknya ada tiga poin penting dalam menciptakan rumah hijau. Mulai dari perencanaan, konstruksi, dan pembiayaan rumah tersebut.

Dari sisi perencanaan, rumah hijau harus mempunyai desain yang berkelanjutan, dari sisi pemanfaatan air, energi, hingga material yang akan digunakan. Pemanfaatan air dapat dinilai dari bagaimana pengelolaan air bekas pakai dan bisa diuganakan kembali.

Sedangkan untuk penggunaan energi sendiri rumah hijau diharapkan mampu memanfaatkan sumber energi baru terbarukan, dan seminimum mungkin menggunakan energi dari fosil. Hal tersebut misalnya dengan instalasi solar panel, atau menggunakan sumber listrik selain dari PLTU.

"Itu dari pemanfaatan material, air, dan energi, kalau kita bisa kaitkan dengan solar panel, itu akan lebih tinggi lagi tingkat green -nya, sehingga memang idenya ini harus kita kolaborasikan," kata Herry.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya