Bahkan dijelaskan Herry selisih biaya membangun rumah hijau hanya 2% lebih mahal dibandingkan dengan rumah konvensional. Tapi punya manfaat yang lebih besar untuk mengurangi emisi karbon.
"Karena green ini di satu sisi memang transformasi, kita harus berubah, ke depan semua harus seperti ini, jadi kalau gak berubah, telat nanti. Kedua ada peluang, di pasar uang itu sudah dilabelin, yang hijau dan yang tidak," kata Herry TZ.
Sedangkan dari sisi pembiayaan, Herry mengatakan saat ini banyak investor yang sudah mulai banyak menimbang aspek keberlanjutan. Termasuk pada sebuah proyek-proyek perumahan. Sehingga mereka akan condong mendanai proyek-proyek yang sedikit memiliki emisi karbon.
"Jadi investor mulai terikat, dia hanya bisa mendanai yang hijau. kayak dulu rokok lah, bayangin dulu ke bandara banyak asap rokok, terus lama-lama sekarang jadi yang merokok ditempatkan ruang yang lebih sempit. Ini juga sama, trennya akan ke sana," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)