Ternyata Ini Penyebab Literasi Asuransi di RI Masih Rendah

Nasya Emmanuela Lilipaly, Jurnalis
Senin 16 Oktober 2023 21:05 WIB
Literasi Asuransi di Indonesia (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Pemahaman serta akses masyarakat terhadap produk dan jasa asuransi relatif masih rendah. Untuk itu, pentingnya edukasi dan literasi harus terus digalakkan.

Sejatinya layanan asuransi berguna sebagai bagian perencanaan keuangan, dalam kehidupan masyarakat untuk memproteksi diri dan keluarga serta aset mereka.

Menurut Plt Direktur Utama BRI Life I Dewa Gede Agung, rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia sebagian besar disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat akan manfaat proteksi asuransi, sehingga seluruh stakeholders harus bergotong-royong bersama-sama untuk mengenalkan pentingnya asuransi kepada masyarakat Indonesia.

"Meningkatkan literasi sekaligus penetrasi asuransi. Sejatinya hampir disetiap tahapan hidup masyarakat, sejak memulai bisnis/karirnya, berkeluarga, bahkan saat puncak wealth/kemakmuran yang berhasil diraih suatu individupun memerlukan asuransi," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (16/10/2023).

Sementara itu, Direktur Pemasaran BRI Life Sutadi menjelaskan bahwa, produk serta segmentasi BRI Life telah berada di jalur yang on the track, yang sesuai dengan segmen BRI. Produk yang dijual, dominan telah mengarah ke proteksi, dan portofolio unilink terus dikurangi. Saat ini, bisnis BRI LIfe 85% bergerak di kanal bisnis bancassurance," katanya.

Pengembangan pemasaran asuransi juga akan melalui agen BRILink yang menggunakan media EDC Android sebagai tools pemasaran terus dioptimalkan. Agen BRILink saat ini jumlahnya mencapai sekitar 666.038 ribu agen.

Di sisi lain, pasca masuknya FWD dalam ekosistem BRI Life, untuk secara bersama memanfaatkan expertise masing-masing perusahaan, sejauh ini sudah sesuai dengan harapan guna memperkuat penetrasi pasar asuransi Indonesia.

“Kami akan terus mendorong pengelolaan profitabilitas BRILife dengan baik, mulai dari monitoring premi, product mix, dan penempatan investasi untuk memastikan BRILife dapat memenuhi semua kewajiban yang jatuh tempo," kata Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming.

Tercatat, sampai dengan akhir September 2023, BRI Life melayani sekitar 27,1 juta jiwa tertanggung, tumbuh lebih dari 8% yoy.

Sampai dengan akhir September 2023, BRI Life telah membayarkan klaim sebesar Rp4,1 triliun, tumbuh 14,2 % yoy.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya