JAKARTA - Ganjar Pranowo dan Mahfud MD siap mempercepat pembangunan ekonomi dengan adil dan merata. Hal itu demi membangun Indonesia lebih maju di masa yang akan datang.
Sebagai informasi, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD telah resmi mendaftar sebagai calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) untuk pemilihan presiden (Pilpres) Indonesia 2024 mendatang.
BACA JUGA:
Keduanya, telah menyerahkan sejumlah berkas termasuk visi misi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Kamis (19/10/2023).
Lebih lanjut, dilansir dari laman dokumen berisi visi misi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pada Minggu (22/10/2023), mereka siap mempercepat soal pemerataan pembangunan ekonomi secara adil dan merata
BACA JUGA:
Lalu, apa saja misi yang telah disiapkan dari Ganjar Pranowo dan Mahfud MD? Berikut ini Okezone telah merangkum beberapa misi yang telah disiapkan keduanya.
1. Desa Naik Kelas
Melipatgandakan dana desa berkualitas untuk memastikan 50% dari total jumlah desa menjadi desa mandiri yang sejahtera dan unggul.
2. Koperasi (Kemitraan) sebagai Corak Perekonomian Nasional
Menyediakan 40% tempat usaha bagi usaha mikro dan kecil di lingkungan infrastruktur publik. Mengalokasikan 50% anggaran belanja barang/jasa pemerintah dan BUMN/D untuk koperasi dan UMKM. Meningkatkan kemitraan antara usaha besar dengan koperasi dan UMKM serta kapasitas UMKM melalui digitalisasi, termasuk akses pembiayaan dan pemasaran.
3. Gandakan dan Garap Pasar Bersih
Memperbanyak pasar baru dan merevitalisasi pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat yang bersih dan nyaman.
4. 4T Terintegrasi (Tempat tinggal – Tempat kerja – Trotoar – Transportasi publik)
Menghubungkan tempat tinggal dan tempat kerja dengan sarana transportasi yang masif, nyaman, murah, dan tepat waktu disertai penyediaan trotoar yang ramah pejalan kaki.
5. Desa – Kota Tumbuh Bersama
Menjadikan kota sebagai sentra pertumbuhan ekonomi yang dapat menarik dan mendorong desa untuk tumbuh bersama. Desa menjadi penyedia sumber daya yang dibutuhkan serta penopang kebutuhan perkotaan yang dapat diandalkan dan berkesinambungan.
6. Reforma Agraria Tuntas
Penataan alokasi lahan yang efisien dan berkeadilan termasuk redistribusi dan legalisasi tanah yang bebas dari mafia tanah untuk memastikan proses administrasi dan dokumentasi lahan yang transparan, cepat, akurat, dan murah.
7. Kebijakan Fiskal dan Pembangunan Asimetris untuk Papua
Mengurangi kesenjangan ekonomi-sosial karena perbedaan dalam pertumbuhan, pengembangan, dan akses terhadap sumber daya antardaerah melalui redistribusi sumber daya, investasi infrastruktur, insentif pajak, atau dukungan keuangan khusus untuk Papua dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, mengurangi kemiskinan, dan memperbaiki taraf hidup warga hingga yang paling membutuhkan.
8. Masyarakat Hukum Adat Sejahtera
Pengakuan masyarakat adat atas hak ulayat, hutan, tanah, dan sumber daya lainnya sebagai satu kesatuan ekosistem untuk menyejahterakan masyarakat adat.
9. Perbatasan dan 3T Sebagai Koridor Strategis
Memperkuat SDM, program afirmasi, akselerasi infrastruktur, energi, pangan, air bersih, serta menjadikan wilayah perbatasan dan 3T (tertinggal, terpencil, terluar) sebagai koridor strategis pembangunan nasional.
10. Anak Muda Berusaha
Seluruh kelompok anak muda mendapatkan kebijakan afirmasi untuk mendapatkan kemudahan memulai dan mengembangkan usaha.
(Zuhirna Wulan Dilla)