Investor Galau Bikin Wall Street Bergerak Tak Wajar

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 24 Oktober 2023 07:12 WIB
Wall street hari ini. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Wall Street goyah hingga ditutup mixed pada akhir perdagangan Selasa (24/10/2023) waktu setempat. Hal itu karena acuan imbal hasil Treasury AS turun dari 5% dan investor mengalihkan fokus mereka ke laporan pendapatan minggu ini dan data ekonomi yang diawasi dengan ketat.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 190,87 poin, atau 0,58%, menjadi 32.936,41, S&P 500 (SPX) kehilangan 7,12 poin, atau 0,17%, pada 4.217,04, dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 34,52 poin, atau 0,27%, pada 13.018,33.

 BACA JUGA:

Indeks S&P 500 berakhir sedikit lebih rendah, sementara sejumlah saham momentum yang sensitif terhadap suku bunga mendukung Indeks Komposit Nasdaq yang sarat teknologi ke penutupan yang lebih tinggi.

Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan harian keempat berturut-turut.

Nasdaq yang sarat saham teknologi memperoleh kenaikan terbesar di antara indeks-indeks utama Wall Street, sementara saham-saham blue-chip Dow secara nominal lebih rendah.

 BACA JUGA:

S&P 500 berakhir di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, level teknis yang diawasi ketat, untuk sesi kedua berturut-turut.

Minggu depan diperkirakan akan menjadi minggu yang penting dalam hal pendapatan, dengan laporan dari hampir sepertiga perusahaan di S&P 500.

Hal ini termasuk pendorong momentum megacap, termasuk Microsoft Corp (MSFT.O), Alphabet Inc (GOOGL.O), Meta Platforms Inc (META.O) dan Amazon.com (AMZN.O), serta industri-industri besar seperti General Motors Co (GM.N), Ford Motor Co (F.N) dan Boeing Co (BA.N).

Sejauh ini, 86 perusahaan di S&P 500 telah membukukan pendapatan. Dari jumlah tersebut, 78% telah melampaui ekspektasi, data LSEG menunjukkan.

Analis melihat pendapatan agregat S&P 500 untuk periode Juli-September tumbuh 1,2% tahun-ke-tahun, sedikit dibawah pertumbuhan 1,6% yang diproyeksikan pada awal bulan, menurut LSEG.

Departemen Perdagangan pada hari Kamis akan mengumumkan produk domestik bruto kuartal ketiga, yang diperkirakan meningkat menjadi 4,3%.

Laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang komprehensif, yang akan dirilis pada hari Jumat, diperkirakan menunjukkan inflasi utama tahunan dan inflasi inti masing-masing turun menjadi 3,4% dan 3,7%.

Gejolak geopolitik juga menjadi perhatian, dimana para pelaku pasar mencari tanda-tanda potensial bahwa konflik Israel-Hamas dapat meluas atau meningkat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya