Duh! Siswa SMP-SMA Habiskan Uang hingga Rp200 Ribu Beli Rokok per Minggu

Nurul Amirah Nasution, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2023 18:37 WIB
Siswa SMP-SMA Habiskan Uang Rp200 Ribu untuk Beli Rokok. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam risetnya mencatat siswa-siswi SMP dan SMA dalam seminggu menghabiskan uang hingga Rp200.000 untuk membeli rokok. Angka konsumsi rokok pada remaja di Indonesia pun sangat tinggi.

CISDI juga mendapati 70% koresponden riset yaitu siswa SMP-SMA mengakui membeli rokok batangan saat mencoba rokok pertama kali dan pada pembelian di 30 hari terakhir saat diinterview. Pembelian rokok batangan oleh remaja berhubungan dengan kebiasaan merokok tidak rutin serta merokok 5 batang atau kurang per hari.

“Dengan pola merokok ini, dapat dikatakan konsumsi rokok batangan berhubungan dengan tahap eksperimen pada remaja, sebuah tahapan yang menggiring seseorang menjadi pecandu dan rutin merokok,” kata Chief of Research and Policy CISDI, Olivia Herlinda, Selasa (12/12/2023).

Banyak penelitian mengungkap bahwa keterjangkauan rokok menjadi tantangan utama dalam upaya menurunkan prevalensi perokok muda di negeri ini. Produk tembakau dijual dengan harga sangat murah dan bisa diecer.

Riset juga menunjukkan bahwa remaja tergoda untuk membeli rokok terus-menerus karena rokok batangan dijual, dipromosikan secara masif, dan tersedia di sekitar.

Hasil focus group discussion dengan 49 remaja menunjukkan mereka memperoleh rokok di kios-kios sekitar sekolah dengan harga paling rendah sekitar Rp1.000 per batang. Pembelian rokok batangan murah secara berulang membuat remaja akhirnya mengeluarkan uang antara Rp30.000 hingga Rp200.000 setiap minggu.

Jumlah ini setara dengan separuh pengeluaran per kapita mingguan rata-rata penduduk Indonesia.

“Penjualan rokok batangan membuat remaja bisa membeli rokok dengan uang jajan harian. Rokok yang sudah murah menjadi lebih terjangkau lagi karena diecer. Bayangkan betapa besarnya alokasi untuk belanja rokok. Padahal, mereka seharusnya bisa menggunakan dana ini untuk kebutuhan esensial seperti membeli makanan bergizi,” ungkap Olivia.

Mudahnya remaja mendapatkan rokok batangan dikarenakan tidak adanya aturan pelarangan penjualan secara eceran dan lemahnya kepatuhan serta penegakan hukum tentang pelarangan penjualan kepada anak di bawah 18 tahun. Sebagian besar kios tidak melakukan pengecekan identitas pembeli rokok.

Itu tergambar dari pengakuan remaja yang jarang diminta menunjukkan kartu tanda pengenal atau identitas saat membeli rokok di warung, kios, toserba bahkan minimarket. Akibatnya, anak dibawah umur pun bisa bebas membeli dan mengkonsumsi rokok.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya