Rupiah di Level Rp15.500/USD, BI Lakukan Ini

Michelle Natalia, Jurnalis
Jum'at 15 Desember 2023 18:18 WIB
Kondisi Nilai Tukar Rupiah. (Foto :Okezone.com/FreepiK_
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah pada pekan kedua Desember 2023. Hal ini berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik.

Untuk perkembangan Nilai Tukar 11-15 Desember 2023, pada akhir Kamis (14/12/2023), Rupiah ditutup pada level (bid) Rp15.655 per dolar AS/USD.

"Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 6,72%. Indeks DXY melemah ke level 101,96. Yield US Treasury (UST) Note 10 tahun turun ke level 3,921%," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (15/12/2023).

Kemudian, pada pagi hari Jumat (15/12/2023), Rupiah dibuka pada level (bid) Rp15.500 per USD. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,59%.

Untuk aliran modal asing di pekan kedua Desember 2023, premi CDS Indonesia 5 tahun per 14 Desember 2023 sebesar 68,24 bps, turun dibandingkan per 8 Desember 2023 sebesar 72,85 bps.

"Berdasarkan data transaksi 11 – 14 Desember 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp6,82 triliun terdiri dari beli neto Rp3,98 triliun di pasar SBN, beli neto Rp0,34 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp2,50 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," ungkap Erwin.

Selama tahun 2023, berdasarkan data setelmen sampai dengan 14 Desember 2023, nonresiden beli neto Rp76,66 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), jual neto Rp17,56 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp45,35 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," pungkas Erwin.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya