Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Rupiah Dekati Rp17.000 per USD, Purbaya Turun Tangan hingga Isu Deputi Gubernur BI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |08:08 WIB
6 Fakta Rupiah Dekati Rp17.000 per USD, Purbaya Turun Tangan hingga Isu Deputi Gubernur BI
6 Fakta Rupiah Dekati Rp17.000 per USD, Purbaya Turun Tangan hingga Isu Deputi Gubernur BI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tren pelemahan, meski sudah menguat dalam dua hari terakhir. Bahkan, Rupiah sempat melemah mendekati level Rp17.000 per USD.

Kini nilai tukar Rupiah berangsur menguat. Tercatat, pada pembukaan perdagangan Jumat 23 Januari 2026, Rupiah bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per USD dari sebelumnya Rp16.896 per USD. Sementara pada penutupan perdagangan, Rupiah menguat 76 poin atau sekitar 0,45 persen ke level Rp16.820 per USD.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sudah angkat bicara mengenai pergerakan Rupiah. Purbaya meyakini Rupiah bisa menguat dalam semalam.

Di sisi lain, pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI turut mematik isu pelemahan Rupiah meski dibantah Purbaya.

Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta Rupiah mendekati Rp17.000 per USD hingga Purbaya turun tangan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

1. Purbaya Bantah Rupiah Melemah karena Isu Pergantian Deputi Gubernur BI

Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran pasar yang mengaitkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dengan isu pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. 

Purbaya menegaskan bahwa pergerakan Rupiah didorong oleh faktor fundamental yang lebih luas dan saat ini berada dalam jalur penguatan.

Purbaya menekankan bahwa tren pelemahan Rupiah sebenarnya telah terjadi jauh sebelum pengumuman kandidat baru bank sentral, sehingga isu transisi jabatan tersebut bukan merupakan pemicu utama.

"Kalau Anda lihat kan Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, melemah terus-terusan, jadi itu bukan isu. Ada hal yang menjadi faktor," ungkap Purbaya di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

2. Purbaya Yakin Rupiah Bisa Menguat

Purbaya membawa pesan positif dengan memastikan bahwa pemerintah dan otoritas moneter memiliki kesepahaman yang solid untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dirinya memberikan dukungan penuh terhadap strategi yang dijalankan oleh Bank Indonesia dalam melakukan intervensi pasar yang diperlukan.

"Yang paling penting adalah sekarang, Gubernur Bank Sentral, Kementerian Keuangan, dan semua elemen pemerintah dan Bank Sentral itu setuju untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan kita percaya Bank Sentral punya strategi yang pas lah untuk mengendalikan nilai tukar," jelasnya.

Menyusul penguatan tipis pada sesi perdagangan sebelumnya, Purbaya memproyeksikan bahwa posisi Rupiah akan terus membaik. Optimisme ini didasarkan pada perbaikan fundamental ekonomi Indonesia yang secara konsisten dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai bauran kebijakan.

"Kan kemarin juga sudah menguat, kan. Harusnya sih kalau perkiraan saya enggak salah, hari ini juga akan menguat terus. Karena fundamental ekonomi kita diperbaiki terus dan akan semakin membaik ke depan. Jadi Anda enggak usah khawatir," tegas Purbaya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement