“Semakin banyak kita terpapar oleh sosial media maka kita semakin emosional, semakin kita mudah terbujuk rayu, semakin kita cenderung merasionalisasi membenarkan sesuatu contohnya pada harga-harga diskon. Jadi apa yang kita lakukan untuk meminimalkan hal tersebut yang pertama tentu kita harus memilih, apa yang kita like dan yang tidak like, kemudian yang kedua kurangi gadget. Kurangi bersosial media terutama ya,” lanjut Mike.
Adapun cara mengendalikan uang yang pertama adalah tidak boleh terlalu sering memiliki rasa ingin mencari tahu terhadap objek wisata. Hal ini karena selektif lebih penting dan bisa menikmati walaupun tidak semuanya dinikmati, tapi selektif dalam memilih kegiatannya apa aktivitasnya apa, dan dimana untuk memanfaatkan waktu libur tersebut. Yang kedua kita harus bisa selektif dalam hal waktu. Yang ketiga tentu harus sesuai dengan keuangan.
“Kalau gak punya duitnya gimana? Banyak kok bisa menikmati liburan tanpa harus keluar duit. Tetapi semua tergantung kreativitas kita, nah makannya sosial media itu jangan membuat kita, justru mengambil gaya hidup yang tidak sesuai kemampuan kita. Sosial media itu jangan hanya digunakan untuk nonton entertainment, tetapi juga sifatnya harus edukatif. Contoh bagaimana memanfaatkan waktu luang dengan mengoptimalkan what do yourself misalnya membuat baju sendiri,” lanjut Mike.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)