Tidak hanya itu, pada tahun 1655, jembatan ini mengalami perbaikan akibat banjir dan berganti nama menjadi Het Middelpunt Burg atau Jembatan Pusat. Sejak saat itu, bentuknya tidak mengalami perubahan yang signifikan hingga saat ini.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Jembatan Kota Intan mengganti namanya sesuai dengan lokasi awal pembangunan, menjadi Jembatan Kota Intan. Lokasinya yang persis di ujung kubu atau bastion diamond dari Kastil Batavia menambahkan nuansa sejarah pada nama baru jembatan ini.
Dengan usianya yang mengesankan, Jembatan Kota Intan bukan hanya menjadi jalur penghubung, tetapi juga menyimpan cerita panjang perjalanan zaman. Keberadaannya yang masih kokoh dan berfungsi menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan berharga Indonesia, memperkaya khazanah sejarah dan kebudayaan tanah air.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)