RI Punya Rumah Bersama untuk Percepatan Energi Baru Terbarukan

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Rabu 17 Januari 2024 15:50 WIB
RI Punya Rumah Bersama untuk EBT. (Foto:Okezone.com/MPI)
Share :

JAKARTA - Pemerintah baru saja meresmikan 'Rumah Bersama' atau Indonesia Energy Transition Implementation Joint Office. Ini menjadi wadah baru kementerian dan lembaga (K/L) hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membahas implementasi transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) di Tanah Air.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin mengatakan, 'Rumah Bersama' bagian dari komitmen pemerintah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Terutama, mengejar target pemenuhan 25% bauran EBT pada 2025 dan pengurangan emisi hingga nol karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

“Karena itu pemerintah ingin secara konkrit memunculkan komitmennya melalui Rumah Bersama ini, merupakan suatu bentuk komitmen bersama seluruh kementerian dan lembaga untuk hadir bersama-sama dalam membicarakan bagaimana kita secara konkret mengendalikan berbagai inisiatif transisi energi ke depannya,” ujar Rachmat saat peresmian ‘Rumah Bersama’, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024).

Wadah baru tersebut merupakan inisiatif dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lalu, Kementerian BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT PLN (Persero), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.

Rachmat menyebut penting bagi pemerintah untuk menentukan kembali komitmennya terhadap isu perubahan iklim yang terkait dengan transisi energi.

Dengan berbagai capaian yang terkait dengan enhanced NDC, kemudian bagaimana Net Zero Emission yang kita capai. Pada intinya, isu itu akan kita kelola bersama-sama melalui wujud di Rumah Bersama ini,” paparnya.

Senada, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mencatat, banyak pihak yang ikut terlibat dalam kebijakan transisi energi di Indonesia. Untuk PLN sendiri akan menangani urusan teknis dan komersialnya, hingga soal sudut pandang regulasi dari Kementerian ESDM.

Kemudian Kemenko Marves dan Kemenko Perekonomian menjadi pihak yang melihat dari sudut pandang makro ekonomi dan hubungan internasional. Terakhir ada juga Kementerian Keuangan yang mengurus soal alokasi anggaran untuk transisi energi.

“Hari ini adalah suatu event yang luar biasa, di mana dalam menjalankan transisi energi yang tadi sudah disampaikan dari Dirjen Tenaga Listrik yaitu Net Zero Emissions yang tadinya banyak sekali stakeholders yang harus dikelola hari ini dengan adanya satgas transition of energy, ditambah dengan adanya rumah bersama ini,” ucap Darmawan.

“Maka kita melihat bahwa Indonesia kompak dalam menghadapi transition of energy. Dan dalam hal ini dari diskusi yang pertama saja sudah kelihatan bagaimana menjalankan transition of energy ini aspeknya banyak sekali. Dari PLN tentu saja lebih banyak aspek teknisnya, aspek komersialnya tetapi ternyata ada aspek dari sudut pandang kebijakan yang ada di Kementerian ESDM,” papar dia.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya