Pasalnya, pengurangan pupuk subsidi hanya akan menambah persoalan saja, lantaran saat ini masih banyak petani yang belum mendapatkan akses pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia (Persero).
Dia menyebut, masih banyak petani yang mengeluh soal akses pupuk. Hal itu didapatinya manakala bertemu langsung dengan petani di beberapa daerah. Misalnya, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Barat.
“Kemarin kami juga bertemu dengan masyarakat, termasuk yang ada di Sumatera Selatan, tapi sudah beberapa bulan yang lalu saya bertemu di Sumatera Utara, di Kalimantan Barat kemarin terkait para petani juga problem pupuk,” pungkasnya.
(Taufik Fajar)