Ekonomi Syariah Diprediksi Cerah pada 2024

Fadila Nur Hasan, Jurnalis
Jum'at 02 Februari 2024 19:29 WIB
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Syariah di 2024. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Ekonomi syariah di tahun 2024 diprediksi akan semakin naik. Hal ini seiring komitmen pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah pada 2024.

“Prediksi ini harus disikapi oleh Notaris untuk ikut mendukung dan memperkaya pemahaman tentang transaksi syariah,” tutur Founder Kelompok Notaris Pendengar, Pembaca, dan Pemikir (Kelompencapir), Dewi Tenty Septi Artiany, Jumat (2/2/2024).

Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam sambutannya meyakini kelompok diskusi ini telah memberikan banyak kontribusi keilmuan bagi masyarakat meskipun usianya masih terbilang sangat muda.

“Di tengah berbagai persoalan kebangsaan yang mengemuka hari ini, kehadiran forum-forum diskusi seperti Kelompencapir ini akan menjadi oase di tengah dahaga keilmuan masyarakat. Meskipun usia kelompok diskusi ini masih sangat muda atau 4 tahun, tapi saya yakin dan percaya telah banyak kontribusi pemikiran yang telah disumbangkan,” ungkap Bamsoet.

Bamsoet mengatakan pembiayaan melalui obligasi syariah dapat mendorong kegiatan ekonomi sektor riil karena obligasi syariah menjadi investasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Juga memiliki kontribusi penting sebagai sumber penerimaan negarelalui pajak dan restribusi, serta menopang perubahan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham RI Cahyo Rahadian Muzhar menilai pembiayaan melalui penerbitan obligasi dengan prinsip syariah bisa mempercepat pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19. Menurutnya, obligasi merupakan alternatif bagi para investor yang ingin berinvestasi dengan mengikuti syariat Islam.

“Obligasi merupakan alternatif yang dapat dipilih oleh investor dengan imbal hasil yang lebih menarik daripada bunga deposito, di mana investor yang menghendaki investasi yang sesuai dengan aturan atau syariat Islam, maka dapat memilih obligasi syariah yang mengikuti syariat dalam cara kerjanya atau dikenal dengan sukuk,” tutur Cahyo.

Dengan melihat populasi penduduk muslim di Indonesia, Cahyo mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa menjadi pemimpin financial syariah finance di tingkat global. Sebab, menurutnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, yaitu 240,62 juta jiwa atau pada tahun 2023 atau sebanyak 86,7 persen dari seluruh populasi nasional.

“Jadi kalau kita lihat komparasi penduduk Islam Timur Tengah dengan Indonesia, Indonesia lebih banyak. Jadi, penjuru atau leader dalam financial syariah finance harusnya adalah Indonesia. Nah inilah kita perlu bersama-sama dengan pemerintah untuk mencari lagi, menyempurnakan struktur syariah di Indonesia,” ungkap Cahyo.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya