10 Fakta Bansos Beras 10 Kg Dicairkan Lagi, Kuras APBN hingga Rp476 Triliun

Putri Syifa Amelia, Jurnalis
Sabtu 17 Februari 2024 05:34 WIB
Bansos beras cair. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Pemerintah akan pastikan bantuan sosial (Bansos) beras bulog 10kg akan kembali dicairkan setelah Pemilihan Umum (Pemilu). Sebelumnya, bansos beras dihentikan sementara hingga hari pemungutan suara, kini bantuan tersebut akan mulai disalurkan kembali.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan yang bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog itu pada 8-14 Februari 2024 untuk menghormati penyelenggaraan pemilu. Hal ini dilakukan sebagai penegasan bahwa tidak ada politisasi bantuan pangan.

Berdasarkan catatan Okezone, Sabtu, (17/2/2024), berikut fakta Bansos beras 10kg dicairkan lagi:

1. Daftar Bansos yang Cair

Beberapa bansos yang akan cair pada Februari 2024 meliputi, bansos PKH dan Kartu Sembako, bansos beras 10 kg, dan BLT Rp200.000.

2. Siapkan Stock 1,189 Ton Beras

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkan stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini sebanyak 1,189 juta ton. Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan 2 juta ton beras dari impor, yang baru terealisasi 500 ribu ton.

3. Bantuan Beras Capai 240 Ribu Ton

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyaluran bansos akan menggunakan beras yang diamankan Perum Bulog saat ini. Di mana, total stok yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 1,2 juta ton.

“Kita punya stok di Bulog 1,2 juta ton, yang 250.000 ton diminta untuk disiapin. Kemudian yang 200.000 ton untuk komersial, kemudian 230.000-240.000 ton untuk bantuan pangan di tanggal 15 kita mulai,” ujar Arief ditemui di Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Jakarta Timur.

4. Penyaluran Untuk 22 Juta KPM

Bapanas menyebut bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) akan dibagikan untuk 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

“Ada 22 juta KPM diberi bantuan pangan, itu bukan politisasi sekali lagi. itu memang masyarakat terendah yang memerlukan,” ungkap Arief.

5. Anggaran Bansos Rp476 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, apabila dibandingkan anggaran serupa di APBN 2023, anggaran untuk bansos pada APBN 2024 naik sebesar Rp20 triliun, yaitu mencapai Rp476 triliun.

"Tahun ini 2024 Bansos di dalam APBN kita nilainya Rp496 triliun jadi beda Rp20 triliun, ini tentu nanti realisasi dan perkembangannya akan terus kita monitor tetapi poin saya angka Rp476 triliun tahun lalu dan Rp496 triliun tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK.

6. Mekanisme Bansos

Sri Mulyani menjelaskan bahwa bansos dilakukan dengan mekanisme melalui Kementerian Sosial dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) serta data tambahan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berfokus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

7. Mitigasi Risiko Pangan Untuk 18,8 Juta Orang

Presiden Jokowi merilis bansos berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) berjudul mitigasi risiko pangan untuk 18,8 juta penerima. Setiap penerima akan mendapatkan BLT dengan total Rp600 ribu.

8. Persiapan Paceklik

Bayu menjelaskan bahwa untuk mengamankan stok beras nasional, terutama ketika menghadapi paceklik yang diperkirakan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Oktober, dibutuhkan persiapan panjang perlu dilakukan.

9. Panen Raya Diprediksi Capai 34 Juta Ton

Arief memperkirakan produksi beras nasional sesuai Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) pada panen raya Maret mendatang bisa melebihi 34 juta ton.

“Artinya, bulan Maret kita harapkan harga beras bisa turun sedikit,” harapnya

10. Siapkan Penyerapan Optimal

Selama masa panen, Bapanas dan Kementerian Pertanian akan berkoordinasi mempersiapkan penyerapan yang optimal guna mencegah jatuhnya harga di tingkat petani.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya