Regional Micro Banking Head BRI Jakarta 2 Komaryati Diat Anggerawati optimistis target penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2024 akan tercapai. Dengan sisa delapan bulan, wanita yang kerap disapa Angger itu yakin target penyerapan KUR Rp4 triliun bisa terpenuhi.
"Akses kita kepada penyaluran KUR untuk tahun ini, alhamdulillah on the track. Di 2024 sampai triwulan 1 penyaluran kita sebanyak Rp953 miliar, sedangkan target 2024 ini di Rp4 triliun, masih ada waktu 8 bulan Insya Allah bisa," kata Angger saat ditemui Okezone di kantornya.
Angger menambahkan, sejumlah strategi pun telah disiapkan untuk memenuhi target tersebut.
"Di mikro, kita menerapkan penguasaan wilayah oleh teman-teman mantri. Mantri sudah didudukkan di wilayah kerja masing-masing, sehingga bisa berinteraksi dengan calon-calon nasabah yang ada di desa-desanya atau di wilayah kerja," tuturnya.
Kedua, lanjut Angger, pembukaan layanan yang ada di desa atau kelurahan di wilayah kerja masing-masing mantri.
"Namanya Pojok Mantri sehingga calon nasabah bisa mencari informasi kepada mantri mengenai bagaimana cara mengakses pembiayaan di BRI dan juga bisa meminta informasi terkait layanan-layanan yang ada di BRI," tuturnya.
"Pojok Mantri bukan hanya sekadar mencari informasi pinjaman saja, namun juga terkait inklusi keuangan seperti tabungan, bagaimana menabung, bagimana pembayaran non-tunai seperti qris dan BRImo, sehingga calon nasabah tidak harus ke kantor, tetapi calon nasabah sudah mendapatkan informasi terlebih dahulu melalui Pojok Mantri di desa yang ada," paparnya.
Berikut syarat dan cara mengajukan KUR BRI tahun 2024:
Syarat pengajuan KUR Mikro BRI
- Plafon pinjaman KUR Mikro Bank BRI maksimal Rp 50.000.000.
- Perorangan yang melakukan usaha produktif dan layak.
- Usia usaha aktif minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif berupa KPR, KKB dan kartu kredit.
- Memiliki KTP, KK dan surat izin usaha.