Garuda Indonesia Incar Pertumbuhan Penumpang 40% di 2024

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis
Kamis 02 Mei 2024 08:02 WIB
Target Pertumbuhan Penumpang Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/MPI)
Share :

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menargetkan pertumbuhan jumlah 40% di tahun ini. Target ini sejalan dengan tren kinerja positif yang dicetak perseroan hingga kuartal pertama tahun 2024.

Maskapai pelat merah ini telah mengangkut sebanyak 5,42 juta penumpang hingga Maret 2024 atau naik 19% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 lalu. Jumlah tersebut terdiri dari 2,42 juta penumpang Garuda Indonesia sebagai mainbrand dan 3 juta penumpang Citilink.

“Trafik penumpang di periode tersebut juga mencatatkan peningkatan signifikan, penumpang rute penerbangan internasional tercatat tumbuh sebesar 47,59% dibandingkan pada kuartal I 2023, menjadi 536.441 penumpang,” kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra, Kamis (2/5/2024).

Irfan menyebut, pertumbuhan signifikan penumpang rute internasional menjadi outlook menjanjikan, juga dianggap sebagai momentum pemulihan bagi trafik penerbangan internasional perseroan di tahun 2024 ini. Hal tersebut yang akan terus dioptimalkan perseroan dengan berbagai upaya peningkatan frekuensi penerbaangan secara terukur, selaras dengan peningkatan permintaan pasar.

Dari sisi capaian Seat Load Factor (SLF), hingga akhir kuartal I 2024 lalu, GIAA mencatatkan rata-rata tingkat keterisian sebesar 74,66%. Sementara itu, dari sisi angkutan kargo Garuda Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 16 ribu ton kargo yang didominasi oleh pengiriman kargo domestik.

Meski demikian, sejumlah tantangan industri penerbangan di tahun 2024 menjadi fokus perseroan dalam mengakselerasikan kinerja, termasuk terkait dengan rantai pasok pada sektor industri pesawat dan penunjangnya, volatilitas nilai tukar mata uang, hingga fluktuasi harga avtur.

“Kami terus mitigasi melalui berbagai pendekatan strategis pengelolaan beban usaha, serta turut diselaraskan dengan optimalisasi profitabilitas,” ujar Irfan.

Perseroan pun optimistis mengejar akselerasi performa yang adaptif dan agile sehingga siap untuk menjadi bisnis yang menguntungkan. Hal tersebut juga selaras dengan optimisme GIAA di tengah kesiapan operasional penerbangan haji yang akan mulai dilakukan pada kuartal II 2024, serta sejumlah penjajakan kolaborasi strategis bersama mitra korporasi seperti kerja sama codeshare bersama Qatar Airways melalui pengoperasian rute Jakarta – Doha.

“Juga penambahan frekuensi penerbangan pada rute penerbangan berkinerja positif, optimalisasi ancillary revenue, perluasan pangsa pasar kargo dan optimalisasi kinerja anak usaha,” pungkas Irfan. 

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya