Pada 24 Maret atau enam bulan setelah Israel memulai serangan mereka ke Gaza, Otoritas Moneter Palestina mengumumkan bahwa tidak mungkin membuka kantor cabang yang tersisa di seluruh Jalur Gaza karena pemboman yang terus berlanjut, pemadaman listrik, dan situasi sulit di lapangan.
Situasi tersebuti mengakibatkan krisis uang tunai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian besar ATM juga tidak dapat beroperasi.
Pada 11 Mei lalu, Otoritas Moneter Palestina meluncurkan layanan pembayaran elektronik instan, menggunakan layanan perbankan online, dompet elektronik, dan kartu bank.
Namun pemadaman internet merupakan masalah besar sehingga layanan ini tidak digunakan secara luas.
“Selama delapan bulan, saya hanya menemukan satu toko yang menerima transaksi elektronik, terutama sekarang ketika produk-produk dipajang dan dijual di “kios” di kamp, bukan di toko,” kata Mohamed.
(Feby Novalius)