"Karena on average berdasarkan data, tarif yang dikenakan oleh kita impor dari Amerika maksimum 5-6 persen. Kalau masuk ke Amerika, kalau sampai tarifnya 32 persen yang tidak memperhitungkan non tarif barrier maka harganya akan meningkat luar biasa besar, misalnya alas kaki bisa jadi kurang laku," paparnya.
Dia menambahkan bahwa Indonesia dapat belajar dari negara-negara yang telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan AS, di mana mereka juga diberikan tarif sebesar 10 persen.
"Dari dua hal ini maka saya berkesimpulan ini adalah strategi untuk perang dagang dengan beragam negara yang mengalami surplus perdagangan terhadap Amerika," pungkas Tauhid.
Anggie
(Kurniasih Miftakhul Jannah)