Seluruh beras yang diserap Bulog merupakan hasil produksi petani lokal. Angka serapan ini melampaui rata-rata serapan tahunan Bulog selama 57 tahun, bahkan mendorong kebutuhan penyewaan tambahan gudang berkapasitas 1,1 juta ton.
Mentan Amran menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari sinergi antara kebijakan yang tepat dan semangat para pelaku sektor pertanian.
“Kita patut bersyukur dan bangga. Saat negara lain menghadapi krisis pangan, Indonesia justru surplus beras tanpa impor. Ini bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun fondasi pertanian yang berkelanjutan,” tutupnya.
(Feby Novalius)