Penurunan drastis tersebut utamanya berasal dari berkurangnya nilai surat berharga yang dimilikinya. Sebagai pendiri Gojek, sebagian besar kekayaan Nadiem memang berasal dari kepemilikan saham dan investasi lain. Namun, nilai portofolio investasi ini tampaknya mengalami koreksi yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Selain surat berharga, aset lain yang dilaporkan termasuk tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, serta kas dan setara kas. Meski begitu, nilai total dari aset-aset ini tidak mampu menutupi tren penurunan yang cukup mencolok di bagian investasi.
Penurunan nilai kekayaan Nadiem juga muncul di tengah sorotan publik terhadap dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek periode 2019–2022. Beberapa mantan staf khusus Nadiem diketahui telah diperiksa oleh Kejaksaan Agung terkait kasus tersebut. Namun, hingga kini, Nadiem belum ditetapkan sebagai tersangka maupun dijadwalkan untuk diperiksa.
Transparansi lewat LHKPN tetap menjadi aspek penting dalam menjaga integritas pejabat negara. Masyarakat akan terus memantau perkembangan laporan kekayaan Nadiem, terlebih dalam situasi di mana akuntabilitas publik sedang menjadi perhatian besar.
(Dani Jumadil Akhir)