OJK Dorong Pengembangan Talenta Digital Keuangan Berbasis Blockchain

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 27 September 2025 06:27 WIB
OJK Dorong Pengembangan Talenta Digital Keuangan Berbasis Blockchain (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang penting untuk mendorong partisipasi publik dalam menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi. Hal ini sebagai bagian dari mandat pengembangan inovasi dan penguatan perlindungan konsumen.

Salah satu pendekatan yang efektif adalah penyelenggaraan Hackathon Inovasi Keuangan Digital. Hal ini diyakini dapat terus mendorong pengembangan digital talent di bidang keuangan digital, utamanya inovasi teknologi berbasis blockchain.

"Selain ditujukan untuk terus mendorong pengembangan digital talent di bidang keuangan, juga menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pelaku industri, pengembang teknologi, dan masyarakat," kata Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Ludy Arlianto di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Hackathon merupakan acara di mana para peserta berkumpul untuk bekerja bersama dalam tim untuk mengembangkan solusi atau produk tertentu dalam waktu yang sangat terbatas. Biasanya, hackathon berlangsung selama 24 hingga 48 jam, dan peserta harus mengerjakan sebuah proyek dari awal hingga selesai dalam waktu singkat.

Melalui hackathon, jelas Ludy, para builder tidak hanya ditantang untuk membangun produk, tetapi juga menguji ketahanan ide mereka di hadapan para juri dan ekosistem.

 



Asah Strategi Komunikasi Blockchain Builder

Terkait hal tersebut, OJK bersama komunitas developer dan antusias teknologi blockchain dan Web3 (BlockDevId), menghadirkan Infinity Hackathon sebagai wadah bagi para developer untuk menciptakan inovasi teknologi berbasis blockchain yang siap bersaing secara global.

Namun demikian, sebuah inovasi tidak akan cukup dikenal atau digunakan masyarakat luas jika hanya berhenti pada aspek teknis. Diperlukan kemampuan pitching yang kuat dengan menggabungkan public speaking, storytelling, serta pemahaman konteks kebutuhan pasar agar ide tersebut bisa tersampaikan dengan jelas dan meyakinkan.

"Dulu ketika saya masuk industri (blockchain) ini, masih sangat susah untuk mengembangkan dan mendapatkan support, baik dari government maupun non-government. Sekarang syukurlah dari regulator dan government beserta asosiasi (ABI) sudah sangat support dalam industri Blockchain/Web3 di Indonesia untuk bisa berkembang lebih maju," ungkap Umum Asosiasi Blockchain Indonesia sekaligus Founder BlockDevId William Sutanto.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya