Gerakan yang dibangun Aan bukan hanya tentang usaha. Baginya, Wasteforreuse adalah bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, terutama karena lokasinya berada di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, wilayah yang identik dengan gunungan sampah Jakarta.
“Usaha kita boleh dikatakan dari lingkungan untuk lingkungan. Kita ingin sedikitnya mengurangi sampah yang ada di Bantar Gebang dengan cara melestarikannya lewat karya,” ucapnya.
Tak ingin berjalan sendiri, Aan melibatkan para ibu rumah tangga dan juga anak-anak untuk berkarya bersama. Ia berharap kreativitas bisa tumbuh sejak dini dan menjadi bekal untuk masa depan mereka.
“Kita timbulkan kreasi dan kreativitas untuk ibu-ibu nasabah PNM. Anak-anak juga kita ajak supaya bisa menumbuhkan kreativitas sejak dini,” kata Aan.
Perkembangan usaha Aan terbilang signifikan. Omzet yang awalnya hanya ratusan ribu rupiah kini meningkat menjadi sekitar Rp5 juta–Rp6 juta per bulan.
Aan menegaskan bahwa keberhasilan usahanya bukan untuk dinikmati sendiri. Ia mempekerjakan anggota keluarganya serta merekrut masyarakat di sekitar Bantar Gebang agar semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya.