JAKARTA - Perkebunan sawit menjadi salah satu ladang cuan di Indonesia. Saat ini, Indonesia juga sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan konstribusi produksinya hampir 59% dan diikuti oleh Malaysia 24%.
Dengan besarnya potensi dan keunggulan yang dimilikinya, industri minyak kelapa sawit Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam bidang ekonomi.
Bahkan, dari bisnis sawit ini dapat melahirkan orang terkaya di Indonesia. Forbes telah merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2024 dengan total kekayaan USD263 miliar atau setara Rp4.260 triliun.
Dari daftar ini terdapat orang terkaya yang mempunyai bisnis sawit. Berikut ini Okezone rangkum 7 orang terkaya di Indonesia dari bisnis sawit hingga hartanya seperti dilansir data Forbes:
Di urutan pertama ada keluarga Widjaja yang mempunyai kekayaan dari bisnis sawit. Mereka memiliki kekayaan USD18,9 miliar atau setara Rp306,1 triliun. Dengan kekayaan ini, keluarga Widjaja menempati posisi 4 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2024 versi Forbes.
Keluarga ini terkenal sebagai pemilik Sinar Mas Group. Pendiri konglomerasi bisnis keluarga ini, Eka Tjipta Widjaja telah meninggal pada Januari 2019.
Melalui merek Filma, Sinar Mas Group menjadi produsen minyak goreng terbesar di Indonesia. Grup konglomerat ini juga memiliki perusahaan penghasil sawit terbesar di dunia Golden Agri-Resources.
CEO Salim Group Anthony Salim dikenal dengan bisnis mie instan melalui Indofood. Namun tak hanya bisnis mie instan, Anthony Salim yang menjadi orang terkaya di Indonesia peringkat 5 ini juga mempunyai bisnis sawit. Tercatat, harta kekayaan Anthony Salim mencapai USD12,8 miliar atau setara Rp207,3 triliun.
Pundi-pundi kekayaan Anthony Salim mengalir dari sawit melalui Indofood Agri Resources Ltd. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini bergerak di bidang agribisnis mulai dari pembibitan, pembudidayaan dan penggilingan kelapa sawit, pemasaran minyak goreng dan margarin, hingga produk turunan minyak sawit lainnya. Tak hanya kelapa sawit, perusahaan ini juga mengelola komoditas perkebunan lainnya seperti budidaya karet, tebu, dan tanaman lainnya.
Miliarder lainnya yang punya bisnis sawit adalah Bachtiar Karim. Sumber kekayaannya diperoleh dari salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia, Musim Mas. Perusahaan tersebut mengklaim sebagai grup kelapa sawit pertama yang disertifikasi oleh Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 2012 dan Palm Oil Innovation Group (POIG) pada 2019.
Musim Mas memiliki pengolahan kelapa sawit dari hulu, hilir hingga ke logistiknya. Dari hulu, perusahaan ini menanam kelapa sawit untuk minyak mentah dan kernel sawit. Di hilir, Musim Mas memproduksi minyak kelapa sawit untuk sabun, oleokimia, biofuel, dan produk lainnya untuk industri.
Kini, Bachtiar Karim memiliki kekayaan USD4,1 miliar atau setara Rp66,4 triliun dan menduduki peringkat 13 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2024.
Lim dikenal sebagai pengusaha perkebunan kelapa sawit melalui bendera Bumitama Agri yang tercatat sebagai emiten di Singapura. Perusahaan ini juga memiliki kebun kelapa sawit di Indonesia.
Dari bisnis ini, Lim memiliki kekayaan USD4 miliar atau setara Rp64,8 triliun dan menduduki peringkat 15 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2024
Martua Sitorus juga mempunyai bisnis sawit. Pria ini mendirikan perusahaan Wilmar International Ltd di Singapura. Kerajaan bisnis tersebut dia dirikan bersama dengan Kuok Khoon Kong pada 1991.
Perusahaan yang dia dirikan berfokus pada penyulingan minyak nabati, produsen lemak nabati dan oleokimia khusus, minyak kemasan konsumen, hingga tepung beras.
Kini Martua Sitorus memiliki kekayaan USD3,6 miliar atau setara Rp58,3 triliun dan menduduki peringkat 17 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2024.
Sukanto Tanoto memulai bisnisnya pada 1967 sebagai pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak, kini dikenal sebagai konglomerat pemilik grup usaha Royal Golden Eagle International (RGEI) yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura.
RGEI bergerak di berbagai industri, di antaranya kertas dan pulp (Asia Pacific Resources International Holding Ltd), dan industri perkebunan kelapa sawit (Asian Agri dan Apical).
Sukanto Tanoto berada peringkat ke-19 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2024. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar USD3,7 miliar.
Ciliandra Fangiono merupakan CEO First Resources Ltd, perusahaan yang tercatat di bursa efek Singapura. Perusahaan ini diketahui banyak menguasai ratusan ribu ha lahan sawit di Indonesia.
Ciliandra merupakan orang terkaya paling muda dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun lalu. Pengusaha ini berada di posisi 24. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar USD2,4 miliar
(Dani Jumadil Akhir)