Percepatan pembangunan rumah hunian sementara dilaksanakan oleh Adhi Karya dengan sistem kerja 24 jam dalam tiga shift serta menggunakan tenaga terampil dan merekrut tenaga kerja lokal Aceh di sekitar lokasi pembangunan. Upaya ini menegaskan peran Adhi Karya sebagai perpanjangan tangan negara yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan guna memastikan percepatan pemulihan serta keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak bencana.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, Adhi Karya, dan BUMN, rumah hunian sementara di Aceh Tamiang diharapkan dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, sekaligus menjadi jembatan menuju hunian permanen serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.
(Feby Novalius)