"Sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK KA 14%), atau naik 5,32% dibandingkan November 2024," ungkap Pudji.
Untuk periode Desember 2025–Februari 2026, meskipun luas panen jagung diperkirakan mengalami penurunan tipis sebesar 0,15% menjadi 0,70 juta hektare, secara volume produksi justru diprediksi masih tumbuh.
Potensi produksi jagung pipilan kering diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat 0,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Peningkatan produksi di kedua komoditas utama ini menunjukkan bahwa aktivitas sektor pertanian tetap produktif di tengah dinamika cuaca sepanjang tahun 2025.
(Feby Novalius)