JAKARTA – Istilah greedinomics menjadi salah satu poin yang paling ditekankan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Menurut Prabowo, greedinomics merujuk pada fenomena maraknya praktik ekonomi yang didorong oleh keserakahan.
Lantas, apa itu greedinomics dan mengapa isu tersebut menjadi sorotan Prabowo? Berikut fakta-fakta menarik terkait greedinomics, praktik ekonomi rakus, Minggu (25/1/2026):
Prabowo memaparkan pencapaian pemerintah dalam membongkar berbagai praktik ilegal sejak awal masa jabatannya sebagai presiden. Dalam minggu-minggu pertama pemerintahannya, aparat berhasil mengungkap penyalahgunaan besar-besaran di sektor energi, khususnya dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah.
“Dalam minggu-minggu pertama saya di pemerintahan, kami mengungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah,” kata Prabowo.
Pada tahun pertama pemerintahannya, Indonesia kembali menguasai sekitar 4 juta hektare lahan dari perkebunan ilegal dan tambang ilegal. Tidak hanya di sektor energi, Prabowo juga menemukan berbagai praktik ilegal di sektor lainnya.
“Di semua sektor ekonomi, kami menemukan ketidaksahan dan praktik-praktik ilegal,” kata Prabowo.