BCA semakin mempertegas komitmennya pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kredit ke sektor berkelanjutan melonjak 11,7 persen YoY menjadi Rp255 triliun, menyumbang 25,8 persen dari total portofolio.
Menariknya, pembiayaan untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) tumbuh dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun, dan kredit kendaraan listrik naik 53 persen YoY menjadi Rp3,6 triliun.
Selain lingkungan, BCA juga meluncurkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini dengan bunga spesial mulai 3,21 persen efektif per tahun untuk mendukung pengusaha perempuan. Tercatat, lebih dari 43 ribu debitur perempuan telah bergabung per Desember 2025.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen YoY mencapai Rp1.249 triliun, dengan dana murah (CASA) mendominasi sebesar Rp1.045 triliun. Transformasi digital juga memperlihatkan hasil nyata dengan total frekuensi transaksi mencapai 42 miliar kali sepanjang tahun 2025, atau naik 17 persen YoY.
Hendra menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi myBCA terus menjadi prioritas dengan penambahan fitur-fitur mutakhir, termasuk integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat,” ungkap Hendra.
Kombinasi antara efisiensi yang tecermin dari perbaikan cost to income ratio (CIR) serta pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,1 persen YoY menjadi fondasi kokoh bagi laba bersih BCA untuk terus tumbuh di masa depan.
(Taufik Fajar)