BCA Raup Laba Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 27 Januari 2026 17:19 WIB
BCA Raup Laba (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun sepanjang tahun 2025 atau tumbuh sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang solid serta efisiensi operasional yang semakin membaik.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan nasabah yang menjadi motor utama penggerak kinerja perseroan di tengah dinamika ekonomi tahun lalu.

“BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif,” ujar Hendra dalam Virtual Press Conference Paparan Kinerja Sepanjang Tahun 2025 BCA, Selasa (27/1/2026).

Hingga Desember 2025, total kredit BCA tercatat mencapai Rp993 triliun, tumbuh 7,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Secara rata-rata sepanjang tahun, pertumbuhan kredit bahkan menyentuh angka 10,8 persen. Penyaluran ini tersebar ke berbagai sektor produktif seperti manufaktur, perdagangan, hingga rumah tangga.

Rincian portofolio kredit BCA pada akhir 2025 meliputi Kredit Usaha mencapai Rp756,5 triliun (naik 9,9 persen YoY), Kredit Konsumer terjaga di angka Rp224,1 triliun, didorong oleh KPR sebesar Rp142,3 triliun dan KKB senilai Rp56,6 triliun, dan Pinjaman Konsumer Lain tumbuh 9,8 persen YoY menjadi Rp25,2 triliun.

Rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,3 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali pada level 1,7 persen.

 

BCA semakin mempertegas komitmennya pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kredit ke sektor berkelanjutan melonjak 11,7 persen YoY menjadi Rp255 triliun, menyumbang 25,8 persen dari total portofolio.

Menariknya, pembiayaan untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) tumbuh dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun, dan kredit kendaraan listrik naik 53 persen YoY menjadi Rp3,6 triliun.

Selain lingkungan, BCA juga meluncurkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini dengan bunga spesial mulai 3,21 persen efektif per tahun untuk mendukung pengusaha perempuan. Tercatat, lebih dari 43 ribu debitur perempuan telah bergabung per Desember 2025.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen YoY mencapai Rp1.249 triliun, dengan dana murah (CASA) mendominasi sebesar Rp1.045 triliun. Transformasi digital juga memperlihatkan hasil nyata dengan total frekuensi transaksi mencapai 42 miliar kali sepanjang tahun 2025, atau naik 17 persen YoY.

Hendra menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi myBCA terus menjadi prioritas dengan penambahan fitur-fitur mutakhir, termasuk integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat,” ungkap Hendra.

Kombinasi antara efisiensi yang tecermin dari perbaikan cost to income ratio (CIR) serta pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,1 persen YoY menjadi fondasi kokoh bagi laba bersih BCA untuk terus tumbuh di masa depan.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya