Ekonom Sebut Ekonomi RI Masih Rentan

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 27 Januari 2026 09:32 WIB
Ekonom Ichsanuddin Noorsy menyebut sejumlah faktor yang membuat ekonomi Indonesia stagnan di akhir 2025. (Foto: Okezone.com)
Share :

Selain itu, alokasi yang tidak tepat membuat kebutuhan pasar akan likuiditas tidak terpenuhi. Akibatnya, di sektor keuangan, likuiditas tidak berjalan: dana pihak ketiga meningkat, tetapi kredit justru menurun. Menariknya, dana pihak ketiga di atas Rp2 miliar meningkat signifikan, sementara untuk kisaran Rp100 juta hingga Rp1 miliar pertumbuhannya rendah.

“Artinya, kesenjangan masih tinggi. Gini rasio pun menjadi perhatian. Makanya angka BPS yang menyatakan Gini rasio 0,375 dipertanyakan banyak pihak,” ujarnya.

Fiskal menunjukkan bahwa sektor riil Indonesia tidak berdaya. Kelas menengah jatuh, daya beli ambruk, dan sektor UMKM masih stagnan. Koperasi Merah Putih pun belum bisa berjalan optimal. Meski ada beberapa prestasi, misalnya cadangan beras yang surplus, situasinya secara keseluruhan tetap lemah.

“Walaupun indeks keyakinan konsumen membaik, kontribusi industri justru menurun, dan lapangan kerja tidak meningkat. PHK pun masih berlangsung,” ujar Ichsanuddin.

Ia menambahkan, kombinasi faktor-faktor ini dalam terminologi akademik disebut sebagai kelumpuhan ekonomi. Menurut data yang dimilikinya selama 61 tahun, rupiah tidak pernah menguat. Oleh karena itu, isu redenominasi tidak relevan, karena secara historis rupiah selalu terdepresiasi akibat kelemahan struktural yang berlangsung jangka panjang.

“Kelemahan jangka panjang ini berdampak pada price stability atau stabilitas harga. Price ability, kemampuan mengendalikan harga, dari fiskal dan moneter lemah, sehingga diserahkan sepenuhnya pada kekuatan pasar. Dampaknya, stabilitas harga terganggu,” jelasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya