Goldman Sachs Turunkan Rating, IHSG Pekan Depan Berpotensi Makin Tertekan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Minggu 01 Februari 2026 06:10 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan ke level 8.329,606. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan ke level 8.329,606 pada pekan ini. IHSG pun turun 6,94% dari posisi 8.951,010 pada pekan lalu.

Menurut Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, tekanan terhadap IHSG akan berlanjut pada perdagangan pekan depan. Sebab, sentimen akan bersumber dari hasil rilis analis Goldman Sachs Group Inc., yang memangkas peringkat saham Indonesia menjadi underweight. Keputusan ini buntut dari hasil MSCI yang menilai pasar saham Indonesia masih kurang transparan.

"Perdagangan saham hari Senin kemungkinan IHSG di-suspend kembali karena turun 8 persen akibat Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Ibrahim menyebut sentimen ini akan membuat dana asing yang ditempatkan di pasar saham RI kembali ditarik oleh para investor. Sehingga proyeksinya, koreksi terhadap IHSG akan berlanjut pada pekan depan.

"Sama seperti MSCI, tinggal tunggu JP Morgan saja. Diperkirakan investor asing akan melakukan aksi jual," tambahnya.

Sekedar informasi tambahan, penurunan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sachs merupakan buntut kekhawatiran MSCI yang akan menurunkan klasifikasi pasar modal dari emerging market menjadi frontier market. Hal ini memicu dana asing keluar lebih dari USD 13 miliar atau setara Rp217 triliun.

 

"Kami memperkirakan penjualan pasif masih berlanjut dan menilai perkembangan ini menjadi beban (overhang) yang akan menghambat kinerja pasar," tulis para analis Goldman Sachs, termasuk Timothy Moe, dalam laporannya.

Potensi penurunan status pasar yang dikombinasikan dengan meningkatnya tekanan jual di pasar akan membuat likuiditas menurun. Sehingga diperkirakan mendorong investor long-only untuk menyeimbangkan ulang portofolionya. Situasi ini juga berpotensi memicu arus spekulatif dari hedge fund.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya