BNI Raup Laba Bersih Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% 

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 03 Februari 2026 10:14 WIB
BNI Raup Laba Bersih Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% (Foto: BNI)
Share :

Kinerja Tumbuh Positif dan Berimbang Sepanjang 2025

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan berimbang secara keseluruhan. BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9% YoY sepanjang 2025, mencerminkan kinerja intermediasi yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.

"Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Paolo.

Paolo menambahkan, pengelolaan neraca BNI sepanjang 2025 difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan permodalan yang kuat. Fokus utama diarahkan pada penguatan pendanaan berbasis CASA.

Hingga akhir 2025, pertumbuhan kredit sebesar 15,9% YoY sepenuhnya didanai oleh dana murah dengan pertumbuhan CASA sebesar 28,9% YoY, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 43,8% YoY dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 11,2% YoY. Struktur pendanaan yang sehat tersebut menopang pengelolaan likuiditas secara optimal

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,7%, jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi BNI dalam mendukung ekspansi bisnis ke depannya serta mengantisipasi risiko.

Momentum akselerasi bisnis terlihat terutama di kuartal IV tahun 2025 di mana BNI berhasil membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) Rp9,4 triliun. Pencapaian PPOP ini merupakan tertinggi dibandingkan dengan tiga kuartal sebelumnya. Akselerasi PPOP di kuartal IV ini disupport dari pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income (FBI).

Secara kumulatif 2025, NII dibukukan sebesar Rp40,3 triliun, dengan loan yield yang tertekan sebagai dampak penurunan suku bunga acuan, sementara pendapatan non bunga tumbuh 5,2% YoY menjadi Rp24,6 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi melalui digital channel, treasury, trade finance, serta peningkatan produktivitas cabang.

Dari sisi kualitas aset, BNI mencatatkan perbaikan berkelanjutan yang tercermin dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) dan Loan at Risk (LaR). NPL bruto tercatat sebesar 1,9% atau membaik 10bps YoY, sementara Loan at Risk (LaR) 8,5% atau membaik 1,8% YoY, mencerminkan penurunan eksposur risiko kredit secara menyeluruh dan sudah kembali ke kondisi sebelum pandemi.

Di sisi lain, NPL coverage ratio mencapai 205,5% dan LaR coverage ratio mencapai 46,9%, menunjukkan tingkat pencadangan yang kuat dan prudent dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko ke depan.

"Kami terus memperkuat proses underwriting, pemantauan portofolio secara granular, serta penanganan kredit bermasalah secara dini. Pemanfaatan data analytics dan early warning system menjadi kunci untuk menjaga kualitas aset tetap terkendali," jelas Paolo.

Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun sepanjang 2025.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya