Selain itu, sebagai upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sejak 2023 BI mulai mengadopsi program waste to energy dan waste to product untuk limbah racik uang kertas. Implementasi waste to energy dilakukan, antara lain, melalui kerja sama pemanfaatan limbah racik uang sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik tenaga uap, seperti di Jawa Barat.
“BI juga menerapkan waste to product, misalnya mengolah limbah menjadi suvenir seperti medali, yang telah dilakukan di beberapa wilayah, termasuk Bali,” tuturnya.
(Feby Novalius)