Danantara Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Kurangi Impor BBM Rp233 Miliar

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Sabtu 07 Februari 2026 11:27 WIB
Danantara Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Kurangi Impor BBM Rp233 Miliar (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi melakukan groundbreaking proyek hilirisasi untuk pembangunan pabrik bioetanol yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan energi di Banyuwangi, Jawa Timur.

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mengerjakan 18 program hilirisasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah terhadap perekonomian, baik dari sisi penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan pendapatan negara.

"Kita baru saja melakukan hal yang sangat penting, bukan hanya dari segi investasi, tapi juga dari segi penyerapan tenaga kerja dan segi pertumbuhan daerah dan nasional tentu akan berdampak positif," ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jumat (6/2/2026) malam.

Pembangunan Pabrik Bioetanol 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan, pembangunan pabrik bioetanol ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektare. Pabrik ini akan mentransformasi molase sebagai by-product gula menjadi bioetanol dengan kapasitas produksi etanol mencapai 30 ribu kilo liter per tahun.

"Dengan pabrik bioetanol terintegrasi di Banyuwangi ini Terima kasih Ibu Bupati, kolaborasi Pertamina Supporting New and Renewable Energy dan SGN akan menghasilkan 30.000 kiloliter etanol per tahun yang akan mendorong swasembada energi melalui perekonomian rakyat," lanjutnya.

 

Tekan Impor BBM

Agung menjelaskan, kehadiran pabrik ini akan diproyeksikan mampu menekan impor BBM senilai USD13,9 juta atau setara Rp233,52 miliar per tahun. Di samping itu, kehadiran produk bioetanol ini juga mampu kurangi emisi tahunan hingga 66 ribu ton CO2 ekuivalen.

"Ini akan menekan impor BBM dan menekan emisi karbon. Melalui substitusi impor BBM senilai USD13,9 juta akan dicapai ketahanan energi dan melalui pengurangan emisi karbon senilai 66 juta ton CO2 ekuivalen akan dicapai keberlanjutan lingkungan," ungkapnya.

Nantinya, produk bioetanol yang diproduksi dari pabrik ini akan dikirim ke terminal BBM Pertamina untuk dilakukan blending sebelum disalurkan ke masyarakat melalui SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Melalui pabrik ini nantinya akan diperluas wilayah implementasinya dan ditingkatkan kandungan etanolnya sehingga akan seiring dengan negara-negara besar di dunia yang menggunakan etanol sebagai bahan bakar bersih," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya