JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Rizal (RZL), pejabat tinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Rizal baru saja dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat pada 28 Januari 2026, ditangkap terkait dugaan suap impor barang palsu.
Kasus ini berakar pada jabatan Rizal sebelumnya sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC periode 2024 hingga Januari 2026. Menanggapi penangkapan tersebut, Purbaya memberikan pernyataan mengejutkan bahwa pihaknya telah memantau adanya kebocoran tersebut.
"Ya enggak apa-apa. Itu kan kita mengerti ada kebocoran di sana-sini, tapi kalau saya kasih tahu di depan kan enggak ketahuan tuh safe house-nya," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa pelantikan dan pembiaran Rizal menjalankan tugasnya seperti biasa merupakan bagian dari strategi agar para pelaku tidak menaruh curiga. Dengan cara tersebut, otoritas dapat melacak jaringan yang lebih luas, termasuk lokasi persembunyian barang atau uang hasil kejahatan.
"Dengan seperti itu kan mereka enggak curiga sehingga mereka berbisnis seperti biasa sehingga safe house-nya ketahuan," kata dia.