Purbaya menegaskan tidak perlu memberikan nasihat atau arahan khusus kepada Thomas. Baginya, rekam jejak dan keahlian Thomas sudah lebih dari cukup untuk mengemban tugas baru tersebut.
“Enggak. Dia kan Deputi Gubernur. Saya juga enggak tahu. Lebih pintar dari saya kali dia. Ngapain kasih wejangan? Dia sudah jago,” tegas Purbaya.
Thomas Djiwandono dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung yang telah mengundurkan diri sejak pertengahan Januari lalu.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi kepemimpinan Bank Indonesia periode 2026–2031, di mana Thomas diharapkan menjadi jembatan strategis untuk memastikan kebijakan moneter selaras dengan target-target pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintah.
(Dani Jumadil Akhir)