Jeffrey menambahkan bahwa pertemuan tersebut bersifat non-publish karena banyaknya detail teknis yang masih dalam tahap penggodokan.
“Dan juga ada statement awal bahwa pertemuan ini sifatnya non-publish dan karena masih banyak yang didiskusikan, terutama hal-hal detailnya,” katanya.
Rencana aksi BEI ini mendapat sokongan penuh dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, memastikan kesiapan infrastruktur lembaganya dalam menyediakan data yang dibutuhkan untuk transparansi pasar.
“Dari kami KSEI tentunya men-support sepenuhnya rencana aksi ini yang terkait dengan bidang tugas dan kewajiban dari KSEI dalam konteks sebagai penyedia data,” tegas Samsul.
Dialog antara otoritas bursa Indonesia dan MSCI dipastikan akan terus berlanjut. Pertemuan kedua ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia berupaya keras mempertahankan dan meningkatkan daya tarik investasinya dalam peta indeks global.
(Dani Jumadil Akhir)