Sebagai mitra logistik dalam proyek ini, Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, menyampaikan bahwa perusahaan berperan dalam mendukung distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu. Green Hydrogen tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon di Tanjung Sekong, yang mencerminkan sinergi antara hulu dan hilir dalam ekosistem energi bersih.
Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen ini diperkirakan dapat memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal dan menurunkan emisi tidak langsung (Scope 2). Ini menjadi langkah awal bagi Elnusa Group untuk memperluas kapabilitas logistik energi bersih dan membuka peluang untuk pendapatan berulang di sektor transisi energi.
Dengan kolaborasi lintas entitas dalam proyek Green Terminal ini, diharapkan Tanjung Sekong dapat menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang mendukung ketahanan energi nasional dan turut memperkuat kontribusi sektor energi dalam era transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
(Feby Novalius)