Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, menyampaikan pihaknya memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengatasi tantangan distribusi BBM. Sinergi dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah dinilai penting, terutama apabila penanganan alur sungai membutuhkan pemeliharaan khusus secara lintas sektor.
“Jadi, ini nanti akan segera kami siasati dan tindak lanjuti melalui koordinasi lintas sektor, sehingga ke depannya menjadi solusi atas permasalahan seperti ini,” jelasnya.
Wakil Direktur Utama PPN, Taufik Aditiyawarman, mengutarakan bahwa penyediaan dan pendistribusian BBM merupakan tugas yang tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, terlebih menjelang pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri.
“Kami terus memonitor ketersediaan BBM, mulai dari stok nasional hingga distribusi ke wilayah-wilayah terluar,” ucapnya.
Hadir dalam kegiatan ini Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat PPN Hari Purnomo, Direktur Operasi & Marketing PT Elnusa Petrofin Ferdiansyah Zulkarnain, serta Executive General Manager Regional Kalimantan PPN Isfahani.
Pada hari yang sama, BPH Migas juga meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Fathul berdialog langsung dengan masyarakat yang tengah mengisi BBM dan memastikan pelayanan berjalan normal.
“Saat ini saya berada di SPBU Kabupaten Sanggau. Terlihat masyarakat membeli BBM dalam kondisi normal, bisa mengisi BBM jenis Pertalite, solar, serta jenis BBM umum seperti Pertamax dan Dexlite,” ujarnya.
Fathul menambahkan, total mobil tangki yang disiagakan untuk menyuplai seluruh wilayah Kalimantan berjumlah sekitar 740 unit dan dalam kondisi prima. Dengan dukungan armada tersebut, distribusi diharapkan mampu menjangkau seluruh daerah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM.
“Pemerintah bekerja keras untuk memastikan suplai dan stok BBM aman dan lancar, khususnya bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.
(Feby Novalius)